Aku dan Dewasa

Memulai sesuatu akan lebih mudah dari pada mempertahankannya,ya itulah manusia,kadang memang awal awal akan selalu merencanakan apapun atas apa yang direncanakannya,bahkan hingga hal mendetail,namun sebagian besarnya dia lupa,akan selalu ada hal hal yang tidak terduga saat mempertahankan rencana tersebut.seperti itu juga blog saya ini,setelah beberapa bulan tak tersentuh.
Pada dasarnya disini saya bukan membahas tentang definisi apa itu memulai dan how to survive,bukan bukan itu,ini adalah tulisan tulisan kecil yang saya tulis saat saya ingin menulisnya.
Seiring pertumbuhannya usia kita,orang orang akan selalu berfikir tentang dewasanya kita,tentang betapa kita bisa melakukan segala hal tanpa diberi aba aba seperti anak kecil lagi,tentang betapa kita bisa memahami mana yang benar dan mana yang salah,mana yang harus diambil dan mana yang tidak perlu diambil,mana yang perlu dipertahankan dan mana yang perlu dilepas dan dilupakan,itu akan selalu tertanam pada orang orang sekitar kita baik ibu ayah kakek nenek tante teman dan lain lainnya,seolah kata “dewasa” itu adalh tentang usia kita yang semakin tumbuh menua.
Namun sebenarnya definisi dewasa itu adalah bukan tentang seberapa tua umur,waktu yang kita lewati,dewasa itu tentang cara berfikir,sejauh mana kita berfikir,sepeka apa kita terhadap keadaan sekitar,tidak jarang orang sekitar kita sering tidak sadar kalau kita juga bahkan bisa membuat segala kesalahan kesalahan yang anak kecil lakukan,bahkan kadang bisa salah langkah dari anak kecil,dan kadang dengan spontan mereka selalu menyalahkan atas keputusan keputusan yang kita ambil.toh padahal bukankah manusia tempat salah dan khilaf?bahkan siapapun yang berperan sebagai orang tua,kakak,teman,sahabat bisa salah juga
Itulah manusia,kebanyakan dari mereka hanya menilai dari sisi luarnya,mereka menginginkan yang terbaik,namun kadang lupa dengan potensinya,sebagian besar mereka hanya melihat dari sisi sebelah kiri,sehingga kadang sisi sebelah kanannya terasingkan,cover dari seseorang bukan sebagai tolak ukur tentang seberapa dewasanya ia,bukan juga tentang seberapa dia pandai dalam berkata kata,bukan tentang seberapa tinggi nilai nilainya dalam hal akademis,namun tentang seberapa ia bisa menghandle dirinya,memikirkan tentang apa benefit yang dia ambil dan pertahankan apakah akan berguna untuk sekarang dan masa depannya,urusan ia salah itu hanya sebagai salah satu pembuktian tentang bahwa tidak semua orang benar.namun yakinlah seseorang yang sukses tidak selalu benar pada masu lalunya,itulah yang akan menjadi loncatannya untuk tumbuh dewasa.
Jadi dewasa akan menjadi hal yang harus kita lewati,entah itu kapan,diumur kita yang keberapa,namun yang pasti hanya orang yang akan menilai seberapa dewasanya kita,bukan kita sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s