someone up there

Agak agak gak fair sih sebenarnya,kejadiannya kapan,dituliskannya juga kapan,hehe tapi biarlah karna emang ini libur dan kepengen nulis nulis,jadilah tulisan ini terbitnya setelah kejadian nya berlalu beberapa minggu.
Kali ini cerita tentang temen saya,ya,temen saya selama sekolah mondok asrama 6 tahun,tapi baru kenal dekat sekitar kelas 3 smp,dari kelas 2 emang kenal tapi gak sebegitu dekat,kenalnya pun Cuma sekedar karna kebetulan kamarnya sebelahan dengan kamar saya waktu di asrama dlu,barulah setelah naik kelas 3 smp,pindah asrama dan dapet 1 kamar dengan dia(sebelahan tidur lagi)disitulah awal mulanya pertemanan kami dimulai.
Setiap orang pastinya punya teman,dan apabila teman itu dekat,maka secara otomatis dia adalah orang yang kita anggap baik dengan kita,begitu juga saya,saya punya seorang teman,namanya hana,she’s beautiful.walaupun kadang banyak orang yang bilang orangnya agak serem,(mungkin karna mukanya agak galak sedikit)tapi buat saya dia adalah teman saya yang baik,baikk bangetttt,gak pernah marah,gak pernah kebawa emosi,sekesel keselnya dia,dia adalah orang yang selalu menyimpan amarahnya sndiri,bukan Cuma amarahnya,tapi sedih,kesel,marah,kecewa dll,kebanyakan dia simpen sendiri,kecuali kadang saat dimana dia lagi dalam keadaaan senang,hanya segelintir orang dekatnya saja yang tau kisah hidupnya secara detail,dan hanya segelintir orang yang dia percaya untuk ia bagikan kisah hidupnya sendiri.bukan introvert,bukan ekstrovert,mungkin ambivert,dia juga orang yang selalu gak percaya diri terhadap lingkungannya, dan selalu bilang” din aku supan(malu)”padahal menurut saya cara berkomunikasinya terhadap lingkungan adalah salah satu hal yang saya pingin banget punya,karna dia selalu punya cara yang tenang dan mudah dalam berkomunikasi terhadap lingkungan dibandingkan saya,dia yang selalu jadi tempat saya curhat kalau lagi bête,ngeluh,yang selalu bangunin saya tiap pagi,exactly saat bulan puasa,waktu sahur,yang satu kamar tau saya adalah orang yang paling susah bangun,dan satu satunya orang yang pertama kali dapat cara gimana bangunin saya tidur saat itu adalah dia.
Pertemanan saya masih berlanjut sampai saya kelas 1 sma(disana disebutnya kelas 4),pertama kali masuk kamar juga sebelahan,dengan kasur spiderman birunya yang saya ingat,lalu dipindah menjadi ibu kmar,dan saya kebagian kamar di lantai 3 di asrama SF kamar 1,dan dia kamar 2nya,lalu kelas 2 sma,sebelahan kamar lagi dan sempet beda asrama,dan kelas akhir dipertemukan kembali 1 kamar serta sebelahan tempat tidur lagi dan lagi,hidup saya cukup lama dihabiskan dengan dekat dengan hana,si cewek sipit dengan gigi gingsul dan kulit coklatnya yang sukses membut tahun tahun saya dipondok menjadi lebih berwarna,banyak hal yang kami lewati tanpa bisa di jelaskan satu-satu oleh tulisan ini,sampai akhirnya kami keluar sebagai alumni,disanalah komunikasi kami mulai jarang terjadi.dikarnakan kesibukan kami satu sama lain,saya kuliah masih di Kalimantan,sedangkan dia di pulau jawa,tepatnya di solo,kita masih dalam 1 lingkup pertemanan yang sama,Cuma saja banyak hal hal yang membuat saya dan teman teman saya,termasuk dia menjadi jarang untuk sama sama ngumpul atau bertatap muka,salah satunya dikarnakan jarak.
Karna sifatnya yang tertutup itu lah hampir 1 tahun dia menyimpan suatu rahasia besar yang dia pikul sendiri,tanpa kami tahu,ia punya suatu penyakit yang lumayan parah sehingga harus sering dilarikan ke rumah sakit,bahkan sampai kometerapi,dan baru setengah tahun ini kami tahu ia sedang sakit keras,sontak teman teman saya dan saya kesal,lumayan marah dengannya kenapa baru bicara sekarang sedangkan penyakit yang dia idap sudah ada ditubuhnya sejak kurang lebih tahun terakhir kami dipondok,tapi masa iya marah dengan orang sakit,kan gak banget?orang sakit malah kena marah,ntar dia kenapa napa lagi.bahkan bukan sampai sana saja,saat beritanya sudah kami dapat dia masih bisa tidak berterus terang secara detail tentang penyakitnya.hana si manusia yang suka ketawa tapi juga suka nyimpen rahasia.heuuuuu.

Sampai suatu hari 1 hari sebelum masuk bulan puasa ramadhan tahun ini tepatnya tgl 26 mei,kami satu angkatan di kejutkan dengan suatu berita,hana meninggal.bahkan meninggalnya sudah berlalu dua hari,dia meninggal hari rabu yang kebetulan meninggalna di solo,saat dia sudah selesai oprasi dan kami baru tau hari jum’at,ya,2 hari setelahnya,saat ia sdh dikuburkan di kampung halaman ayahnya,marah kesel,sedih,bahkan gak tau lagi pengen apa ketika dapat beritanya,Cuma lemes ditempat smbil megang hp,baca berulang kali apa iya ini berita,bukan hoax kan?atau ini Cuma hoax doang,hananya sebenarnya udah sehat tapi dia lagi bercanda?
seumur hidup saya pribadi belum pernah ditinggal oleh orang orang terdekat saya,mungkin pernah,datuk saya meninggal namun itu terhitung saya masih umur 2 tahun an saat saya belum mengerti tentang apapun,selainnya paling jauh saya Cuma pernah ditinggal liburan ataupun pergi umroh atau haji.belum pernah sampai merasakan bagaimana punya orang terdekat yang tiba tiba pergi dan gak akan pernah bisa dilihat lagi selamanya,it’s hurt,mungkin bagi beberapa orang yang sudah pernah ditinggal oleh orang tuanya atau pun keluarga bakal bilang kejadian yang saya alami tidak sebanding dari yang mereka alami,saya tau,namun point utamanya bukan itu,bukan tentang siapa yang paling menderita akibat pernah ditinggal orang orang terdekat,bukan tentang siapa itu yang meninggal,ayah ibu,saudara,nenek,kakek,namun lebih kepada bagaiman kita tau apa itu rasanya kehilangan yang sesungguhnya,hana adalah salah satu teman yang saya anggap sebagai keluarga saya sendiri,tempat saya berbagi apapun itu,keluh kesal saya salah satunya.mungkin saya masih mempunyai banyak teman yang lain tempat saya berbagi segalanya juga,namun tetaplah saya masih mempunyai naluri kehilangan teman untuk selamanya,bahkan ada hal hal yang saya kecewakan,bagaimana tidak,hari rabu sore,saat saya sedang asyik asyiknya bercanda dengan teman teman teman saya yang lain,di pulau seberang,diantara hiruk pikuk rumah sakit,diantara lorong lorongnya yang didominasi dengan manusia manusia dengan hati yang resah dan gugup,diantara doa ibu bapak dan keluarganya yang mengharapkan ia sembuh,saat itu lah nafas terakhirnya di dunia sudah habis,malaikat maut sudah di depannya menjemputnya.
.
.
.
Han.its been 20 days since you passed away,makasih sdh ada di dunia,makasih sdh jadi teman yang baik selama ini,thank you for everything that I can’t explain one by one,banyak hal yang ingin saya sampaikan namun tidak bisa untuk dikatakan,semoga Allah,tuhan kita berdua dapat menyampaikan apa yang saya rasakan di atas sana,hana sudah sehat banget pasti diatas sana,semoga tempatmu disana jauh lebih nyaman han,jauh lebih sehat dan bugar lagi diatas sana,maaf kalao selama ini kita semua punya salah,hana tetaplah hana bagi kami,lucky to have u han,may Allah give you the best place up there that make u feel happy forever.
.
With love
dina.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s