who’s the prince?

Beberapa bulan yang lalu saya dikasih teman saya drama korea,katanya seru,judulnya weightlifting fairy kim book jo,dan saya baru menamatkan 4 episode karna tiba tiba sudh merasa bosan,for u know,im not a big fan of korea,baik itu style,novel,drama,boybandnya atau apapun itu,drama korea pun juga sebenarnya hanya satu drama yang saya pernah khatam nonton smpai last episode,dramanya descendant of the sun,Cuma itu,itupun kalau tidak ditanya dengan teman teman saya”udah sampe episode berapa din?”dan berbulan bulan saya Cuma stuck di episode delapan,bahkan teman saya dari pondok saat menginap dirumah saya dalam 2 malam ia mampu menghabiskan 16 episode drama DOTS tersebut,sedangkan saya,,kurang lebih 5 bulan baru selesai menamatkannya(Alhamdulillah ya,setidaknya tamat)wkwkwkw saya gak pernah suka sebenarnya,alasannya simple karna:
1. cowok cowoknya terlalu kyut untuk jadi cowok
2. nama nama yang susah diingat,biasanya namanya diawali dengan kata kim dan tidak lepas dari kata o atau u
3. entah kenapa saya ngerasa jadi kaya orang paling merana kalo liat korea,(hal ini berlaku kalau abis nonton saya ngeliat diri dicermin)hahahaha ini random banget 😀
4. drama korea kebanyakan terlalu romantic sehingga hampir tidak ada titik klimaks atau dimana ada sesi fightingnya,kalaupun ada paling paling hanya fighting memperebutkan si cewek atau cowok yang diinginkannya
Sebenarnya banyak sih lagi,namun terlalu banyak kalau dijabarkan di tulisan ini,Tpi ya itu pribadi saya yang kurang suka dengan korea,perlu diunderline ya teman teman ”itu pendapat saya”,saya juga gak menyalahkan orang orang yang suka korea karna itu hak mereka,mungkin bagi mereka ada kesenangan tersendiri dalam nonton korea,tapi kalau saya lebih prefer nonton matthew macfadyen yang udh kepala 4 dari pada nonton super junior wkwkwk

Oke balik ke opini yang ingin saya sampaikan,Setiap perempuan pasti punya atau setidaknya pernah punya list “perfect prince” versi dirinya masing masing,sadar atau tidak sadar,namun kadang kebanyakan orang membuatnya saat sadar,mungkin bukan hanya perempuan,laki laki pun sama(mungkin bagi mereka “perfect princess”),namun dikarnakan saya bukan laki laki,dan tidak pernah menjadi laki laki,maka di tulisan sini saya memposisikan diri saya sebagai perempuan saja(duileh din:))))),mulai dari hal hal yang bersifat umum:baik,ganteng,humoris,rajin(dalam segala hal) sampai hal hal yang lebih kompleks lagi seperti:udah mapan,punya pekerjaan tetap,penampilannya good looking dll,dan itu pasti terjadi pada setiap perempuan dimanapun,yang secara sadar,hal hal seperti itulah yang menjadikan kriteria”tipe pria idaman gue banget”real-prince-charming.

Begitu juga saya,saya pernah mengalami fase fase seperti ini,fase dimana saya pertama kali tahu apa itu “laki-laki”,fase dimana saya melamun memikirkan kriteria “prince” idaman saya banget(this is weird but who cares?),setidaknya saya masih normal karna pernah memikirkan hal yang sama dengan pikiran perempuan lainnya,ditambah lagi dengan suguhan suguhan film film barat yang menampilkan para para cowok dengan penampilan good looking,buku buku novel yang mendeskripsikan tentang so called perfect boy atau apalah itu,maka bertambahlah membludak dalam pikiran wanita tentang kriteria “perfect prince” sendiri.

Seringkali kita berusaha,sibuk mencari “prince” yang kita idamkan didunia maya kita dengan di dunia nyata,sibuk mencari kesempurnaan dalam diri lelaki tersebut,saat kita sudah menemukan ada rasa senang yang membludak dalam diri kita,ada rasa gugup,bahagia yang tiba tiba kita berujar terhadap diri kita sendiri”ini nih akhirnya yang dicari-cari dapat” namun disisi lain kita juga bertanya Tanya “emang mau dyanya?kok malah jadi kaya the duck and the prince yah kalau dibayang bayangin?”sampai akhirnya dikarnakan pikiran pikiran kita yang banyak dan bertolak belakang,kita merubah diri kita sebisa mungkin,sebaik mungkin,secantik dan semenarik mungkin agar bisa menarik hati si “prince charming”kita tadi,berusaha sebisa mungkin jaga image dihadapannya,berusaha mencari tahu tentang si laki laki tersebut,berusaha menutupi kekurangan yang ada di diri kita dlam kata lain kita mengesampingkan dri kita yang sebenarnya dam membentuk karakter baru,karakter asing dalam diri kita sendiri.

Ada lagi halnya seringkali kita berusaha mencari “perfect prince” namun yang malah kita dapatkan bukan orang yang sesuai dengan kriteria “prince” kita tadi,melainkan orang yang jauh dari kriteria kita namun memiliki chemistry yang kuat,sehingga saat kita sadar kita sudah jatuh hati terhadap lelaki tersebut,kita mulai panik,”kok bisa sih tiba tiba suka?”sedangkan dalam diri lelaki tersebut tidak ada hal hal yang sesuai dengan yang kita harapkan,atau mungkin memang ada namun hanya 20% nya saja memenuhi,dalam hal ini kadang banyak wanita yang berusaha sebisa mungkin menanamkan dalam pikirannya bahwa ia bukanlah orang yang cocok dengan kita,bukan orang yang tepat,bukan orangnya banget deh,berupaya sebisa mungkin memghilangkan perasaan yang ada agar hilang dan kita tetap bisa kembali pergi mencari orang yang kita inginkan,namun hal inilah yang akhirnya menjadikan diri kita tidak bahagia,menekan rasa kita sendiri yang malah kadang berujung sakit hati.

saya tidak mempermasalahkan karna ini naluri tiap orang,namun seiring waktu berlalu,semakin tua umur,semakin dewasa pikiran,hal ini akan berkurang satu persatu,tanpa sadar kriteria tentang orang yang kita inginkan yang sudah di bangun satu persatu akan runtuh menjadi hal hal yang semakin wajar,mengapa?karna di usia kita yang semakin bertambah,semakin kita mengenal hal hal baru didunia,semakin sadar bahwa kita tidak menemukan hal hal yang kita inginkan dalam diri laki laki tersebut,yang jauh dari kriteria kita,yang akhirnya bahkan berujung pada kekecewaan dan pertanyaan dalam benak kita”kok doi kaya gini sih?kok gak sesuai dengan yang dipikir?.

Dan jikalau seandainya kita menemukan orang yang tepat saat ini,yakinkah kita bahwa ia adalah orang yang sama 10 tahun kemudian?,kurun waktu 1,2 smpai 5 tahun pun orang orang akan berevolusi begitu juga lelaki tersebut,tidak ada yang kekal,karna konsep yang kita inginkan dalam sebuah hubungan akan berubah seiring waktu berlalu,seperti hal hal yang kita inginkan juga,sperti kriteria kriteria yang saya bangun juga,kriteria yang saya bangun 10 tahun yang lalu akan sangat berbeda dengan apa yang saya inginkan hari ini.karna ya seperti diawal tadi semakin dewasa kita akan lebih mengutamakan hal hal yang bersifat kenyamanan baik untuk kita sendiri ataupun untuk berdua,dibandingkan kenyamanan kenyamanan yang terekspos mata.

Tidak ada yang salah dengan kriteria yang kita buat,tidak ada yang salah dengan pengharapan,namun jangan pernah menjadikan kriteria yang kita bangun menjadi sebuah harga mati,cobalah untuk menjalani hidup seperti biasa,berusaha untuk melepaskan segaka hal yang mengikat kita,termasuk titik bengek kriteria tersebut,dan biarlah tuhan yang memberikan kejutan nantinya,bukankah itu akan terlihat menyenangkan bukan?akan terlihat lebih indah dan natural,berikanlah ia kesempatan untuk ada dihati kita,tanpa kriteria kriteria yang sdh kita bangun. Karna sebenarnya jatuh cinta bukan lah hal yang ada dalam kuasa kita,jatuh cinta bukan tentang menyamakan kriteria,namun lebih kepada chemistry yang dibangun antara 2 manusia,laki laki dan perempuan,ia bergantung pada hati,bukan kriteria.

n/b:seperti tulisan tulisan saya sebelumya,tuisan ini bukan bermaksud menggurui tapi sebagai pembelajaran terhadap kita semua,termasuk saya,terima kasih yang sudah menyempatkan mampir di blog saya gaesssssss
much love,dina 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s